Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Jangan Balas Dendam

              Detik ini matahari sudah mulai turun dari titik kulminasinya. Suasana hati kian menyesuaikan dengan bulir hujan yang bergantian turun satu persatu. Tenang dan sabar, mengetuk-ngetuk jendela kami seperti segerombolan anak kecil yang tidak sabar mengajak kami pergi bermain. Suasana kelas disibukan dengan aktifitas yang itu-itu saja. Layar proyektor yang menyala, sebagian mahasiswa yang sibuk dengan smart phonya, sedang sebagiannya lagi fokus pada manusia yang sedang menjelaskan seluruh isi kepalanya. Disudut sebelah kanan ada yang menyibukan diri dengan cermin ajaibnya, ia berceracau sendiri, dipikir tidak ada sepasang mata pun yang sedang mengawasinya. "Cermin ajaib, siapa gadis tercantik di ruangan ini? ". Tiba-tiba terdapat notif di phonselku. Seperti ada kupu-kupu yang berhamburan terbang memenuhi seisi perut. Tawaku menyeringai, kakiku tidak sabar untuk mengambil langkah seribu ingin buru-buru keluar men...

Hujan Pertama

Aku kembali melewati rel kereta tanpa palang, yang bertulis silang; awas kereta, awas sepur. Berjalan gontai sebelum memutuskan untuk setengah berlari. Masih separuh dari perjalan pulang, aku malah makin terengah-engah. Dengan kedua tanganku yang harus berkonsentrasi menuntun sepedah yang bocor bannya akibat terlalu panas terkena gesekan pada aspal. Pedal yang menggantung disepedahku pun memacu kecepatannya berputar keatas dan kebawah mengikuti kakiku yang mulai aku tambah daya lajunya. Untung saja matahari sudah mulai turun. Jadi aku bisa menahan kehausan yang mulai meradang ditenggorokan. Seharusnya aku bisa membeli walau hanya segelas air mineral untuk meredakan keringnya tenggorokan. Namun uang jajanku habis akibat mulutku yang tidak tahan melihat godaan lontong sayur berlama-lama menggelitik kedua mataku. Padahal sebelum pergi sekolah, sudah kuhabiskan satu piring penuh lontong sayur buatan ibu. “Anwar!" Sebuah suara tetiba mendekat. Sialan batinku, ternyata itu adalah...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Unsur Latar dalam Cerpen

Cerpen selalu memiliki dua unsur penting yang membangun, yaitu instrinsik dan ekstrinsik. Salah satu bagian dari unsur-unsur instrinsik yang tidak kalah menunjang keberhasilan sebuah cerita pendek adalah latar atau setting. Dalam pembahasan kali ini Selasar Aksara  membahas Latar dengan mereview sebuah cerpen dibawah ini. Berikut adalah identitasnya; Judul      :  Nadia dan Senja Penulis  : Donny Muhammad Ramdhan Terbit     : April 2018 Tersedia:   annida.com Ialah Nadia, gadis sederhana yang mencintai seorang dokter di tempat ia bekerja. Nadia tak cukup mempunyai keberanian berterus terang mengenai perasaannya untuk Eravat kepada sahabatnya, Aysha yang sekaligus merupakan adik dokter muda itu. Aysha terus membujuk Nadia supaya mau berterus terang kalaupun betul Nadia mencintai kakanya. Pada ujung pertemuan mereka akhirnya Aysha menutup pembicaraan tentang Aravat. Ia pernah membuat Aysha bersumpah untuk tidak mengatakan hal ...

Tahapan dalam Alur Cerita

Halo sahabat Aksara. Kali ini Selasar Aksara akan hadir dengan materi menarik yang ga kalah penting dalam sebuah cerpen. Mudah-mudahan sahabat sekalian tidak bosan membaca dan memberikan saran terhadap karya-karya yang saya tulis di blog maupun akun-akun saya yang lain.  Materi kali ini membahas Alur dalam cerpen yang disampaikan oleh Kak Ali Muhtadin, salah seorang tutor dari kelas menulis online di Madrasah Pena.  Supaya ga bingung kita bahas sedikit tentang materinya. Salah satu unsur instrinsik dalam cerpen adalah cerpen/plot. Alur merupakan rangkaian cerita yang dibentuk melalui tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita, yang dihadirkan oleh para pelaku dalam sebuah cerita.  Ada tiga jenis alur/plot; alur maju, alur mundur dan alur campuran.  Dibawah ini akan direview salah satu cerpen untuk di analisis alur ceritanya. Berikut identitas cerpen: Judul cerpen    : Perempuan Berambut Kain Judul buku       : Buk...

Dibalik Pintu

"lantai ubi.. Lantai ubin...  Lantai ubiin.... " Rumah Parjo di kelilingi oleh suara lirih bocah yang sedang berlarian diatas lantai ubin berukuran satu kali satu persegi. Lantai berwarna abu-abu semakin panas diinjak tergesek sepasang kaki kuyu; dua kalimat itu mendobrak menyusup kedalam ingatan Sunar ketika ia harus menerima hukuman dari paklik karena ulahnya yang susah diatur. Katanya supaya Sunar mampu mendengar setiap kalimat dari Parjo ia harus menghitung lantai ubin di setiap penjuru rumahnya Parjo sudah menganggap Sunar seperti anaknya sendiri ketika ia dititipkan oleh ayahnya semenjak ibu Sunar mati terlindas sepur. Beban kehidupan harus dipikul semakin berat ketika menyaksikan aksi kejar-kejaran ayahnya dengan sejumlah anggota polisi dan semenjak itu pula ayah Sunar menjadi tahanan politik akibat diduga menjadi anggota kerusahan G30S/PKI. Setiap hari harus pergi sekolah dengan kaki telanjang, akibatnya ketika pulang sekolah ia perlu bersabar menahan sakit k...

Analisis Tokoh Pada Cerpen

Sudah lama tidak bersua. Akhir-akhir ini mungkin agaknya disibukan dengan tugas kuliah dan kegiatan organisasi yang sebegitu membosannkan hingga tak pernah ada habisnya.  Mungkin teman-teman merindukan tulisan-tulisan receh yang saya tulis disini ataupun di  Instagram saya . Atau malah sebaliknya.  Namun sepertinya diawal bulan kali ini akan diawali dengan tugas kelas online di madrasah pena. Kali ini ditugas ke empat yang akan ditulis adalah mengulas cerpen dan menganalisis tokoh yang berada didalamnya.  Semoga teman pembaca dapat mengkoreksi ataupun menambahkan tulisan saya. Berikut identitas cerpen  Judul    :  Saksi Mata Penulis : Muhajjah Saratini Terbit    : 24 Januari 2017 Tersedia: Storial.co Adalah Kana, seorang gadis cantik yang menambatkan hati pada dua orang lelaki yang berbeda. Bagaimana bisa? Rama seorang bujang yang hanya dapat membelikan berlian minimalis, hidup dengan setelan pas-pasan dicintai Kana secara...

Redup

Langit Bandung diguyur kemuning senja. Sepasang mata tepat menyaksikan kepergian matahari. Menangisi semesta yang dirukupi pekat. Mata itu tak lagi berbinar. Korneanya menyemburatkan sendu yang pula tergaris di bibirnya "Mila,  aku akan segera kembali." Kata-kata itu terus mendengung keras seperti lebah kepayau di ruang dengarnya. Satu dua kali ia terpekur memandangi wajah kekasih yang sempat tertangkap layar ponselnya.  Hay dan apa kabar adalah dua kata yang paling dirindukan untuk saat ini Gadis itu kembali memanggil pelanginya. Bersamaan dengan itu pelangi pun berhasil menerima sinyalnya. Sedang warna yang paling dicintai adalah warna jingga.  Katanya walaupun jingga disebut menyeramkan bagi sebagian orang,baginya jingga dapat menenangkan dengan segala keserhanaan yang dimilikinya Sore itu ia membawa pelanginya mmelewati kembali jalan Braga. Berbincang mengenai seribu satu lukisan mengagumkan.  memesan dua cangkir teh di jalan sumbawa untuk sekedar menamb...

Tugas Madrasah Pena yang ke-3

"Identitas cerpen" Judul: Cecep dan Sukmana Penulis: Aldi Aldinar Penerbit: Pikiran rakyat, 16 April 2017 Dalam cerpen Cecep dan Sukmana, diceritakan Hikayat persahabatan yang dibuat amat dramatis.  Setelah kepergian ayah beserta ibunda Cecep akibat penyakit kusta yang dialami keduanya. Cecep hidup sebatang kara dan tak lagi mempunyai tempat peraduan. Hingga suatu hari Cecep bertemu dengan hal yang mampu mengembalikan semangat dan kepercayaan dirinya. Adalah sukmana, yang seketika membuat hari-hari cecep kini dapat seperti sedia kala. Karena tak ada yang dapat diperbuat oleh Sukmana. Tentunya sangat banyak terdapat kekurangan yang dimiliki sukmana. Namun apa daya Cecep tak memperdulikan hal itu. Ia tetap saja mengurusi segala keperluan sukmana. Sampai pada ketika cecep harus pergi kuliah dan merelakan sukmana diurusi orang lain.  Tak dipungkiri cecep yang memperjuangkan kehidupan sukmana. Harus rela meninggalkan Sukmana demi cita dan harapan Cecep.  ...

Tanpa Irama

Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan perasaan. Siang yang lelah aku rebahkan dengan bersih dari amarah. Aku dengar puisi kini telah berubah haluan Yang awalnya menggetarkan perasaan kini jadi candaan. Hiburan yang menyedihkan. Puisi tak lagi bersukma sastra, kini lariknya melahirkan Sara memang betul, zaman sekarang orang tak lagi berestetika. Aaah jangan salahkan puisi, mungkin kekurangan terletak pada yang sedang berkomunikasi Akan tiba Zaman dimana orang tidak akan sadar walaupun simbolnya terlepas. Ketika jatuh, diambil orang lain kemudian di bentuk sedemikian rupa. Ideologinya dibenturkan sejadi-jadinya. Yah, masih ternina bobokan Namun tidak!  Jangan dulu menggukanakan kacamata yang retak. Masih banyak kok kesatria yang semakin pandai meretas miniatur penjajahan Intinya hanya kurang jelas? Jadi seperti ini, jangan sembarangan menggunakan sosial media. Berbicara lah yang penting jangan yang penting berbicara. Terkadang orang orang yang...

Tempat Rahasia

Setiap pasang mata menjatuhkan pandangannya kesudut ruangan kala ada sejumlah mahasiswa datang berangsur-angsur. mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta maaf atas keterlambatannya untuk datang pada perkuliah di hari pertama. Sampai dosen berpesan pada seluruh mahasiswa, untuk tidak mengetuk pintu dan meminta maaf atas keterlambatan ketika sedang mengikuti perkuliahannya. Karena terlambat bukanlah suatu kecelakaan melainkan kebiasaan. Ucapan itu kemudian mengendalikan seisi ruangan, dan mampu menggiring kembali ketekunan yang baru saja berhamburan.  "kamu bawa motor? Dimana kamu menyimpan motormu?" pertanyaan itu seketika melayang tepat dihadapan pandanganku "iya pak, bawa" "disimpan dimana?" "depan masjid." kataku "kamu tau dimana rohmu disimpan?" pertanyaan itu membuat seluruh pasang mata menusuk leherku.  Ya, jelas saja aku tak pernah bisa menjawabnya. Karena memang tak pernah tahu apa jawabannya.  Pertanyaan ma...

Tugas Madrasah Pena yang Ke-dua

Tugas kelas menulis online madrasah pena kali ini adalah mengulas tiga jenis cerpen, Berdasarkan jumlah kata cerita tersebut atau yang sering dikenal sebagai akronimnya. Cerpen dibagi kepada tiga bagian yaitu cerpen mini/flash fiction, cerpen ideal, dan cerpen panjang. Nah dibawah ini adalah karyanya masing-masing, teman-teman nanti bisa cek lebih lanjut dengan karya-karyanya 1.      Cerpen Mini/ Flash Fiction Judul: Menunggu kelahiran Penulis: Akhil Bashiro Terbit: Suara Merdeka Tahun 2017      Disaat semua orang berbinar menanti-nanti kehadirannya. Lagi pula setiap ibu pasti mengidamkan dengan segera kelahiran bayi yang selama sembilan bulaan ia kandung. segala hal dapat disiapkan secara sempurna mulai dari menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan yang sekiranya dipelukan oleh sang calon ibu dan bayinya kelak. Namun tidak dengan bayi itu. bayi yang masih terkurung dalam rahim ibunya yang gemar mengutuk dirinya send...

Pribumi

Indonesia katanya surga bagi pribumi. Apa sudah seindah berita yang tersiar ditelevisi. Katanya televisi jendela dunia, tapi kenapa kita ga melihat langsung dunia dari jendela sendiri.  Memang di Indonesia begini keadaannya. Orang besar selalu dikerdilkan. Orang jujur pasti akan selalu dibungkam Orang berani pasti ujung-ujunganya di bunuh Kalo orang berani pada dibunuh, siapa lagi yang bakal berani maju jadi pelopor? . Lebih mainstrem lagi mimpi dan cita-cita rakyat sekarang sudah dikenai pajak. Kebanyakan remaja lebih rasis dan di manja-manja sama hal berbau romantis.  Hingga kemudian akhirnya skeptis.  Lalu ada pula segelintir yang rela menukar masa bermainnya dengan sesuap nasi. Berlombadengan waktu dan bergulat dengan sekumpulan kertas koran ataupun sekotak alat semir sepatu. . Apa lagi yang kurang dari negri kita?  Negri Indonesia yang katanya surga bagi pribumi

Goutha [1]

Fajar belum sempurna menggelar sinar di halaman semesta.  Namun orang-orang harus kembali memunguti sisa -sisa penat yang berserakan.  Pagi ini negriku di bangunkan oleh Gegap gempita sirine yang membuat ruang dengar manusia pekak. Tangisan anak yang lenyap air asi ibunya. Teriakan ibu yang kecurian pelukan anaknya. Dan rintihan perut yang nihil dari gandum. Disaat anak-anak semuurku dibuat senang dengan melipat kertas origami. Sedang Aku, membuat ranjang kertas dari bekas burung origami  kemarin lusa. Sebab kertas dan barang-barang yang lain sudah basah di tumpahi tangisan dan darah ibu Aku masih terlalu kecil untuk mengerti. Mengapa mereka sampai tega membakar teman-temanku. Berani melempar rudal demi membantai ibu dan ayah. Tidak ada tempat perlindungan aman dan nyaman bagi kami. Selain dari bakas reruntuhan gedung yang kasatnya masih terlihat layak untuk dijadikan tempat sembunyi dari terik. "Dik, kejadian disini yang sampai kepada mereka hanyalah...