Cerpen selalu memiliki dua unsur penting yang membangun, yaitu instrinsik dan ekstrinsik. Salah satu bagian dari unsur-unsur instrinsik yang tidak kalah menunjang keberhasilan sebuah cerita pendek adalah latar atau setting. Dalam pembahasan kali ini Selasar Aksara membahas Latar dengan mereview sebuah cerpen dibawah ini. Berikut adalah identitasnya;
Judul : Nadia dan Senja
Penulis : Donny Muhammad Ramdhan
Terbit : April 2018
Tersedia: annida.com
Ialah Nadia, gadis sederhana yang mencintai seorang dokter di tempat ia bekerja. Nadia tak cukup mempunyai keberanian berterus terang mengenai perasaannya untuk Eravat kepada sahabatnya, Aysha yang sekaligus merupakan adik dokter muda itu.
Aysha terus membujuk Nadia supaya mau berterus terang kalaupun betul Nadia mencintai kakanya. Pada ujung pertemuan mereka akhirnya Aysha menutup pembicaraan tentang Aravat.
Ia pernah membuat Aysha bersumpah untuk tidak mengatakan hal ini. Aravat tidak bisa menikahi permuan selain Nadia.
Setelah mereview cerpen kita mampu menguraikan alurnya. Berikut sebagai rinciannya:
Latar Waktu
Latar waktu menunjukan kapan tokoh Tau pelaku melakukan pekerjaan, atau mengalami peristiwa
1. Nadia menatap langit. Biru membentang laksana kubah raksasa yang melingkupi kota Bandung. Berhias semburat jingga di ufuk barat, membias pada polesan tipis awan, memberinya corak bak marmer halus nan indah. Indah… sangat indah. Biasanya Nadia akan tersenyum dan menarik nafas panjang saat melihat cakrawala senja seperti ini.
[Latar waktu, sore menjelang malam]
2. Dokter muda itu melangkah dan berdiri di samping Nadia. Berdua mereka menikmati sang surya yang makin bergulir mencapai cakrawala.
[Latar waktu, sere menjelang malam]
Latar Tempat
Latar tempat menunjukan suatu daerah yang di alami tokoh pada sebuah kejadian
1. Saat itu, Nadia berada di atap gedung rumah sakit tempatnya bekerja, bersama seorang dokter bernama Aysah.
[Latar tempat, menunjukan keberadaan di atap rumah sakit]
2. Nadia duduk di bagian belakang. Lewat jendela belakang angkot itu, akhirnya Nadia bisa memperhatikan indahnya langit senja, dan dia pun tersenyum.
[latar tempat, menunjukan keberadaan yang sedang di angkutankota]
3. Napasnya masih terhambat saat Nadia memutuskan mempercepat langkahnya. Semakin cepat hingga akhirnya dia berlari. Ia seberangi jalan, ia gapai pintu pagar, ia raih gagang pintu rumahnya, dan masuk dengan cepat!
[Latar tempat, menunjukan keberadaan dirumah]
Latar keadaan
Latar keadaan atau situasi adalah penggambaran mengenai situasi tokoh atau pelaku saat sedang mengalami suatu pristiwa
1. Gang itu mengantar Nadia ke sebuah pemukiman yang cenderung kumuh. Suasana terasa ramai; tipikal senja di pinggiran kota. Ia melihat beberapa orang yang seperti dirinya baru pulang kerja.
[Latar situasi, menunjukan perumahan yang kumuh]
2. Tapi tiba-tiba, segala kenangan buyar, pecah atau hancur! Karena, Nadia dengar suara yang memekakkan telinga mendekat! Suara yang mewujud pada hembusan angin kencang saat sebuah truk proyek melesat cepat di depan Nadia! Dekat sekali!
[Latar situasi, keadaan Nadia yang kaget dan ketakutan]
Untuk lebih memudahkan dalam memahami alur cerita. Teman-teman bisa cek laman cerpen yang sudah kami sediakan
Judul : Nadia dan Senja
Penulis : Donny Muhammad Ramdhan
Terbit : April 2018
Tersedia: annida.com
Ialah Nadia, gadis sederhana yang mencintai seorang dokter di tempat ia bekerja. Nadia tak cukup mempunyai keberanian berterus terang mengenai perasaannya untuk Eravat kepada sahabatnya, Aysha yang sekaligus merupakan adik dokter muda itu.
Aysha terus membujuk Nadia supaya mau berterus terang kalaupun betul Nadia mencintai kakanya. Pada ujung pertemuan mereka akhirnya Aysha menutup pembicaraan tentang Aravat.
Ia pernah membuat Aysha bersumpah untuk tidak mengatakan hal ini. Aravat tidak bisa menikahi permuan selain Nadia.
Setelah mereview cerpen kita mampu menguraikan alurnya. Berikut sebagai rinciannya:
Latar Waktu
Latar waktu menunjukan kapan tokoh Tau pelaku melakukan pekerjaan, atau mengalami peristiwa
1. Nadia menatap langit. Biru membentang laksana kubah raksasa yang melingkupi kota Bandung. Berhias semburat jingga di ufuk barat, membias pada polesan tipis awan, memberinya corak bak marmer halus nan indah. Indah… sangat indah. Biasanya Nadia akan tersenyum dan menarik nafas panjang saat melihat cakrawala senja seperti ini.
[Latar waktu, sore menjelang malam]
2. Dokter muda itu melangkah dan berdiri di samping Nadia. Berdua mereka menikmati sang surya yang makin bergulir mencapai cakrawala.
[Latar waktu, sere menjelang malam]
Latar Tempat
Latar tempat menunjukan suatu daerah yang di alami tokoh pada sebuah kejadian
1. Saat itu, Nadia berada di atap gedung rumah sakit tempatnya bekerja, bersama seorang dokter bernama Aysah.
[Latar tempat, menunjukan keberadaan di atap rumah sakit]
2. Nadia duduk di bagian belakang. Lewat jendela belakang angkot itu, akhirnya Nadia bisa memperhatikan indahnya langit senja, dan dia pun tersenyum.
[latar tempat, menunjukan keberadaan yang sedang di angkutankota]
3. Napasnya masih terhambat saat Nadia memutuskan mempercepat langkahnya. Semakin cepat hingga akhirnya dia berlari. Ia seberangi jalan, ia gapai pintu pagar, ia raih gagang pintu rumahnya, dan masuk dengan cepat!
[Latar tempat, menunjukan keberadaan dirumah]
Latar keadaan
Latar keadaan atau situasi adalah penggambaran mengenai situasi tokoh atau pelaku saat sedang mengalami suatu pristiwa
1. Gang itu mengantar Nadia ke sebuah pemukiman yang cenderung kumuh. Suasana terasa ramai; tipikal senja di pinggiran kota. Ia melihat beberapa orang yang seperti dirinya baru pulang kerja.
[Latar situasi, menunjukan perumahan yang kumuh]
2. Tapi tiba-tiba, segala kenangan buyar, pecah atau hancur! Karena, Nadia dengar suara yang memekakkan telinga mendekat! Suara yang mewujud pada hembusan angin kencang saat sebuah truk proyek melesat cepat di depan Nadia! Dekat sekali!
[Latar situasi, keadaan Nadia yang kaget dan ketakutan]
Untuk lebih memudahkan dalam memahami alur cerita. Teman-teman bisa cek laman cerpen yang sudah kami sediakan

Komentar
Posting Komentar