Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut:
1. Sudut pandang orang pertama
Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.
a. Tunggal
Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya'
b. Orang ketiga jamak
Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.
2. Sudut pandang orang ketiga
Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasanya penulis menggunakan kata ganti 'dia' atau 'dirinya'
a. Serba tahu
Penulis memposisikam dirinya sebagai orang yang serba tahu dengan tokoh dalam cerita
b. Terbatas
Berbeda dengan sudut pandang orang ketiga serbatahu. Dalam sudut pandang orang ketiga terbatas penulis memposisikan dirinya sebagai yang hanya mengetahui seluk beluk tokoh utamanya saja.
3. Sudut pandangan campuran
Dalam teknik penulisan sudut pandang campuran, penulis menggabungkan sudut pandang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Cara penulisannya terkadang menggunakan kata ganti 'aku'yang serba tahu dan kadang kala menempatkan dirinya bukan sebagai tokoh utama dan orang diliar cerita yang serba tahu
Berikut adalah contoh analisisnya.
Judul : Mengapa Kamu Takut?
Pengarang : Eko Triono
Tahun terbitan: 2018 Tersiar disurat kabar Kedaulatan Rakyat
Ringkasan Cerpen:
Masalah itu bermula saat berita yang banyak tersiar ditelevisi membuat Gibran seorang anak kecil yang masih SD ketakutan untuk sekedar pergi menuju tempat ia menimba ilmu. Pasalnya Gibran sering dibully dan disebut sebagai anak yang lahir dari keluarga teroris. Namun orang Tua Gibran memintaku untuk menjelaskan bahwa agama yang diyakininya tidak sejahat apa yang dilihat oleh orang lain yang mengatas namakan agama sebagai isu politik.
Setelah perbincangan dengan Gibran selesai aku kemudian mendapati kerumanan yang ribut-ribut didepan sekolah yang telah aku bangun susah payah. Katanya sekolah yang dibangun di tepian adalah sekolah para calon teroris. Kemudian warga ramai-ramai memindahkan anak-anaknya kesekolah diujung raya sana, yang sekolahnya mengadakan diskon uang bangunan lima pulubpersen untuk pendaftaran pertama. Bonus kaos kaki, alat tulis, sepatu, dan bubur kacang ijo tiap hari Senin minggu pertama tiap bulannya.
Analisi cerpen
Setelah diketahui ringkasan dan cara penulisan dari cerpen maka dapat diketahui sudut pandang yang diambil adalah orang pertama tunggal
Judul : Lukisan dan Permen
Pengarang : Eko Hartono
Tahun terbitan: - Tersiar disurat kabar Republika
Review Cerpen:
Parno dan Istrinya Wartini adalah produsen permen dan lukisan. Konon kedua benda yang dijual oleh mereka adalah ajaib, keduanya dapat mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan, keresahan menjadi keikhlasan, kebimbangan menjadi ssbuah kepastian. Pasalnya bahan untuk membuat baku untuk membuat barang dagangan mereka tidaklah sembarangan. Permen ajaib itu terbuat dari tampungan air mata orang-orang yang tiap harinya menangis kemudian lukisan mozaik itu adalah serpihan hati yang tercecer dijalan mau pun dimana saja. Parno dan Warni akhirnya dibanjiri oleh pesanan, Tapi banyaknya pesanan membuat Parno dan istrinya cukup kewalahan juga. Siang malam mereka bekerja keras. Parno sampai bingung ke mana lagi mencari air mata dan serpihan hati, karena hampir semua tempat telah didatangi. Air mata dan serpihan hati makin langka didapat.
Pemborong permen dan lukisan ternyata para calon kepala daerah. Mereka sengaja membagikan permen pengubah rasa sedih dan duka, lukisan pembebas masalah, kepada para konstituennya agar mereka lupa sejenak terhadap berbagai persoalan yang menggayuti hidup mereka.
Analisi cerpen
Setelah diketahui ringkasan dan cara penulisan dari cerpen maka dapat diketahui sudut pandang yang diambil adalah sudut pandang orang ketiga terbatas


Komentar
Posting Komentar