Langsung ke konten utama

Tempat Rahasia






Setiap pasang mata menjatuhkan pandangannya kesudut ruangan kala ada sejumlah mahasiswa datang berangsur-angsur. mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta maaf atas keterlambatannya untuk datang pada perkuliah di hari pertama. Sampai dosen berpesan pada seluruh mahasiswa, untuk tidak mengetuk pintu dan meminta maaf atas keterlambatan ketika sedang mengikuti perkuliahannya. Karena terlambat bukanlah suatu kecelakaan melainkan kebiasaan. Ucapan itu kemudian mengendalikan seisi ruangan, dan mampu menggiring kembali ketekunan yang baru saja berhamburan.


 "kamu bawa motor? Dimana kamu menyimpan motormu?" pertanyaan itu seketika melayang tepat dihadapan pandanganku
"iya pak, bawa"
"disimpan dimana?"
"depan masjid." kataku
"kamu tau dimana rohmu disimpan?" pertanyaan itu membuat seluruh pasang mata menusuk leherku. 

Ya, jelas saja aku tak pernah bisa menjawabnya. Karena memang tak pernah tahu apa jawabannya. 
Pertanyaan macam apa ini? Setiap orang pasti tak pernah mengetahui dimana rohnya disimpan? 
Bahkan Tidak pernah ada catatan sains yang mampu membuktikan dimana roh manusia disimpan. .


Seperti ketika aku menyimpan barang rahasia milikku. Aku tentu akan menyembunyikannya dari setiap pandangan. Agar hanya aku, sangpemilik benda rahasia yg hanya mampu melihatnya.

sama halnya seperti keadaan rohku disimpan. Ketika aku tak pernah tau dimana rohku disimpan. Ini adalah sejumlah tafsir bahwa aku beserta apa yang kubawa. Sesungguhnya bukanlah kepunyaanku. Walau bagaimanapun aku mengakuinya. Hanya  sang Maha pemiliknyalah yang mengetahui dimana rohku disimpan. 
Kemudian aku berusaha mengambil makna, bahwa tempat rahasia itu benar-benar ada. Dimana Sang Maha mengetahui, Maha pula menyembunyikan segala sesuatu dari siapapun


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...