Langsung ke konten utama

Tugas Madrasah Pena yang ke-3


"Identitas cerpen"

Judul: Cecep dan Sukmana
Penulis: Aldi Aldinar
Penerbit: Pikiran rakyat, 16 April 2017






Dalam cerpen Cecep dan Sukmana, diceritakan Hikayat persahabatan yang dibuat amat dramatis. 
Setelah kepergian ayah beserta ibunda Cecep akibat penyakit kusta yang dialami keduanya. Cecep hidup sebatang kara dan tak lagi mempunyai tempat peraduan. Hingga suatu hari Cecep bertemu dengan hal yang mampu mengembalikan semangat dan kepercayaan dirinya. Adalah sukmana, yang seketika membuat hari-hari cecep kini dapat seperti sedia kala.

Karena tak ada yang dapat diperbuat oleh Sukmana. Tentunya sangat banyak terdapat kekurangan yang dimiliki sukmana. Namun apa daya Cecep tak memperdulikan hal itu. Ia tetap saja mengurusi segala keperluan sukmana. Sampai pada ketika cecep harus pergi kuliah dan merelakan sukmana diurusi orang lain. 
Tak dipungkiri cecep yang memperjuangkan kehidupan sukmana. Harus rela meninggalkan Sukmana demi cita dan harapan Cecep. 





Di akhir hikayat telah tergurat fakta-fakta yang mengejutkan, tentang identitas sukmana yang sesungguhnya. 
Setelah cecep kembali dari perantauan dan menemui sukmana. Cecep pun harus kembali merelakan sukmana dengan golok yang ada ditangan Cecep.  Seketika golok tajam Cecep memotong urat leher Kusmana beriringan dengan gemuruh takbir, darah segarnya membuncah liar dan ia melenguh menghabiskan sisa, Kusmana yang meregang nyawa hanya mampu tersenyum bahagia. "Terima kasih Tuhan...." kata yang terucap bersamaan antara Cecep.... dan kerbaunya.***

Setelah dianalisis, cerpen ini bertemakan tentang "Perjuangan".
Dimana tokoh utama, Cecep. walau bagaimanapun mencintai Sukmana seekor kerbau yang takmampu apa-apa. Cecep dengan senang hari membantu Sukmana dalam segala hal. Kemudian Perjuangan cecep untuk melanjutkan pendidikan ke kota harus merelakan Sukmana yang ditinggal, dititipkan ke orang lain hingga akhirnya harus ia sembelih sendiri. 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...