Langsung ke konten utama

Tugas Madrasah Pena yang Ke-dua

Tugas kelas menulis online madrasah pena kali ini adalah mengulas tiga jenis cerpen,
Berdasarkan jumlah kata cerita tersebut atau yang sering dikenal sebagai akronimnya. Cerpen dibagi kepada tiga bagian yaitu cerpen mini/flash fiction, cerpen ideal, dan cerpen panjang.
Nah dibawah ini adalah karyanya masing-masing, teman-teman nanti bisa cek lebih lanjut dengan karya-karyanya





1.     Cerpen Mini/ Flash Fiction

Judul: Menunggu kelahiran
Penulis: Akhil Bashiro
Terbit: Suara Merdeka Tahun 2017



     Disaat semua orang berbinar menanti-nanti kehadirannya. Lagi pula setiap ibu pasti mengidamkan dengan segera kelahiran bayi yang selama sembilan bulaan ia kandung. segala hal dapat disiapkan secara sempurna mulai dari menjaga kesehatan, dan memenuhi kebutuhan yang sekiranya dipelukan oleh sang calon ibu dan bayinya kelak. Namun tidak dengan bayi itu. bayi yang masih terkurung dalam rahim ibunya yang gemar mengutuk dirinya sendiri.

   Seorang calon anak manusia yang tidak ingin dilahirkan dari rahim ibunya. meminta kelahirannya dihapus atau diganti dengan rahim ibu yang lain. sebelum bayi itu merobek tubuh ibunya, berbarengan dengan kepergian sang ayah yang  melaut betapa sering ia mendengar suara yang bukan ayahnya. Elusan yang bukan semestinya, meski ia tahu sesungguhnya lelaki itu mengelus-ngelus untuk ibunya bukan untuk dirinya.

  Hingga ia merasa seluruh kasih sayang dari ibunya bukan bersumber dari ayahnya. walaupun seluruh orang tidak mengetahui apa yang dilakukan ibunya dengan lelaki itu. namun bayi itu mengetahuinya. mengetahui seluruh kegiatan ibunya yang berselingkung dengan lelaki lain


2.     Cerpen Ideal

Judul: Sungkem
Penulis: Mustofa W Hasim
Terbit: Surat kabar Kedaulatan Rakyat 2017




Adalah Pardi yang tiga tahun berturut-turut gagal mudik. tahun ini ia kapok mengirim pesan kedesanya bahwa ia belum bisa mudik lagi. tapi apalah di kata Pardi takut jikalau dikatai anak yang tak tahu diri. Untuk sungkem setahun sekali saja tidak mau.

Merantau terkadang waktunya menabung rindu. berbarengan itu bukanlah Pardi yang tidak ingin menemui orang tuanya setahun sekali, namun keadannya sebagai pedagang jus yang uangnya hanya cukup untuk makan sehari-hari lah yang selalu menghalangi Pardi untuk menabung supaya uang nya cukup kalau dipake pulang kampung.

Sampai ketika anak lelaki sulungnya membeli dua unit  sepeda motor karena kerja kerasnya dari memenuhi hasil tugas penelitian yang diberikan dosennya. Jadilah keluarga pardi mudik bersama menggunakan motor.  motor pertama digunakan Pardi bersama Istrinya, kemudian motor yang satunya digunakan untuk kedua anak lelakinya. 

Namun niat baik tak selamanya mulus. Pardi dihadang oleh empat orang yang hendak merampoknya. dengan segera Pardi mengurai sabuk kulit dari perutnya, sabuk panjang dan kepala sabuknya dari logam berat, anak sulung Pardi pun berbuat demikian. 

Sampai pada akhirnya ia menyebut nama bahwa ia adalah Pardi Kentos yang mengaku sebagai anak didik aliran pencak silat Mbah Wongso desa Tunggak Jati. mereka berempa tawalnya tidak peduli dengan nama yang ia sebutkan sampai ketika Pardi menyerang salah satu dari perampok dengan sabuknya sampai babak belur. Mereka kaget dan gemetar kemudian kocar kacir meninggalkan keluarga Pardi. 

Pardi dan anak sulungnya menghidupkan motor bergegas memulai kembali perjalan menuju desa kelahirannya yang terganggu.


3.     Cerpen Panjang

Judul: Dilarang Mencintai Bunga-bunga
Penulis: Kunto Wijoyo
Terbit: Naura book Publishing 2016






Anak itu baru pindah ke kota, ayahnya bilang supaya ia bisa hidup lebih luas. Ayahnya terlalu disibukan dengan pekerjaan sampai tidak sempat berkenalan dengan tetangga. Berbeda dengan anak dan ibunya mereka selalu bersilaturahmi dengan tetangga barunya. Namun keluarga dibuat heran dengan rumah tetangga yang berada disebelah rumah keluarga mereka.



Ujar tetangga memang bermacam-macam. sampai pada saat Buyung anak lelaki itu, ia mengetahui bahwa yang tinggal dirumah dengan pagar menjulang tinggi adalah seorang kakek yang mempunyai seribu satu jenis bunga  ditanam pada halaman rumahnya.

Buyung pun bersahabat dengan kakek tua itu, setiap pulang sekolah dan sebelum sore berangkat kembali untuk mengaji ia selalu memanjat pohon pepaya untuk menuju rumah kakek yang diakui sebagai sahabatnya. Banyak yang mereka bahas setiap hari. mulai dari jenis bunga yang kakek sukai, cara menanam bunga dengan baik , tak lupa kakek itu membahas tentang jiwa yang diibaratkan dengan bung-bunga yang ia tanam.

Dikantonginyalah bunga-bunga yang sangat indah. Namun ayah Buyung tak pernah setuju dengan kelakuan Buyung yang mencintai bunga-bunga. Ayahnya lebih setuju kalau anaknya pergi bermain dikali atau membantu ayahnya di bengkel, memukuli besi-besi itu hingga keseluruhannya pipih.

Malam-malam selanjutnya ia harus tidur dengan kenangan-kenangan yang berhamburan di kepalanya. Kakek dengan kebun bunganya, ibu dengan sekolah dan mesjid, ayah dengan bengkelnya. Sampai jauh malam ia tidak tersadar sebelum ia memutuskan sesuatu.

Bagaimanapun Buyung tetaplah anak ibu dan ayahnya








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...