Fajar belum sempurna menggelar sinar di halaman semesta.
Namun orang-orang harus kembali memunguti sisa -sisa penat yang berserakan.
Pagi ini negriku di bangunkan oleh Gegap gempita sirine yang membuat ruang dengar manusia pekak. Tangisan anak yang lenyap air asi ibunya. Teriakan ibu yang kecurian pelukan anaknya. Dan rintihan perut yang nihil dari gandum.
Disaat anak-anak semuurku dibuat senang dengan melipat kertas origami. Sedang Aku, membuat ranjang kertas dari bekas burung origami kemarin lusa. Sebab kertas dan barang-barang yang lain sudah basah di tumpahi tangisan dan darah ibu
Aku masih terlalu kecil untuk mengerti. Mengapa mereka sampai tega membakar teman-temanku. Berani melempar rudal demi membantai ibu dan ayah. Tidak ada tempat perlindungan aman dan nyaman bagi kami. Selain dari bakas reruntuhan gedung yang kasatnya masih terlihat layak untuk dijadikan tempat sembunyi dari terik.
"Dik, kejadian disini yang sampai kepada mereka hanyalah perwakilan kecil dari penderitaan masyarakat Ghouta yang terekam oleh kamera. Sisanya termakan oleh para penguasa durjana penggila tahta."
Tumbuhlah hingga mahir meneriaki penguasa durjana sampai ia tahu siapa Tuhan pemilik Semesta.
Biar nanti kita bisa susul ayah dan ibu ke syurga.

Komentar
Posting Komentar