Langsung ke konten utama

JEJAK



Kembali aku disibukan dengan rutinitas pagi. Minum kopi, menyantap roti dan menghampriri televisi untuk sekedar meredam sunyi. Jangan tanya bagaimana aku setegar ini memulai hari. Butuh banyak energi untuk dapat berperang dengan kolase mentari. Jangan bayangkan seberapa jauh roda kendaraanku melindas aspal demi sampai ketempat kuliah. Tempat konstalasi berjajar secara sistematis. Kadang aku harus rela pergi sebelum fajar menggelar sinar di alam raya. Kemudian pulang ketika pekat jadi gorden bola gas api besar yang padat. .

Orang-orang terlalu asing untuk bisa aku kenal. Sampai-sampai tidak dapat bersosialisasi dengan perasaan sendiri. Seringnya kedua makhluk dalam tubuhku mengadakan perang dan kejar-kerjaran. Yang satu sangat pandai menciptakan ilusi, bersembunyi dibalik tirai imaji. Yang satu sangat senang berkonsturuktif dengan bagunan idealis. Mereka adalah hati dan akalku. .
Terkadang hati ingin mencari teman yang mampu mengerti setiap keadaaan diri. Namun akal mengahalangi dan menutup pandangannya. Akal bilang kalau aku belum terlalu siap untuk itu. Hati selalu bersikap tergesa-gesa namun akal selalu berusaha hati-hati dan bijaksana. Namun bukan berarti mereka saling membenci. Seringnya mereka sama-sama jadi kedua unsur yang membutuhkan dan yang dibutuhkan.
kemudian aku selalu bingung kepada orang yang menghakimi diri. mereka tak pernah mau memberikan kesempatan kepada hidupnya sendiri untuk berbahagia dan membuat jiwanya sehat. Bukannya masalah tak pernah sebesar manusia? Air mata tak pernah sederas air hujan. Pun dengan kekecewaan tak semenggelegar Guntur yang bersautan.
Ya memang aku tak sepantasnya bicara sebegitu. Setidaknya, Hey!! Aku pun pernah merasi cambukan pilu. Tapi aku mencoba bangun walau seringnya harus jatuh lebih sakit. Setidaknya berjalan dan mati lebih kreartif dari pada tidur untuk menunggu mati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...