Langsung ke konten utama

Hey, Aku di sini!


Kau ingat hari dimana kau bercerita? 
Duduk di bawah pohon senja. Badanmu kuyup akibat olah si gendut.  Sedang mata gemuk menggelayut karena menangis. hingga nafasmu tersendat-sendat. Orang baru terkadang sulit menyesuaikan diri dengan waktu. Tapi tak apa, nampaknya kau mau terbiasa sabar menghadapi si gendut dan wataknya.  


Waktu mulai merayap, kau tak lagi diintervensi oleh si gendut. Tapi sialnya malah tersesat di kota konservatif. Malam yang sia-sia, hujan yang tak lagi berirama, juga dengan bumi yang dirasa tak lagi prima. Selamat dirimu kembali tersesat. 
Jika mau keluar, seharusnya menggunakan peta kejujuran yang dibaca  diri sendiri. 
Betapa sulit mengatan bahwa "ini bukan lagi diriku."
Saat namamu di elu-elukan semakin diri tidak terkendali. Langkah pun terseok-seok. Ketenangan batin terkalahkan hingar bingar mematikan. 
Tidak perlu serepot itu untuk di cintai setiap manusia. Cukup berjalan apa adanya di alam raya. Adukan keluhkesah hanya kepada  pencipta manusia.
Sebab manusia lain akan membenci ketika sesuatu yang mereka sukai hilang dari genggamanmu.
Pun akan segera mencaci kalau dirimu tak sesuai lagi dengan mereka yang berimajinasi.

Dan Kau ingat dimana kau berkelakar? 
Saat masamu Digiring dimensi frustasi karena lupa bagaimana cara menggunakan titik. 
Betapa banyak titik yang kau ciptakan akan menyambung sebuah garis waktu dan rentetan kisah. Ya tententu saja, Tuhan Maha Kreatif anugrahkan itu pada setiap insan. 
Jangan dulu senang. Setiap kisah yang di beri titik bukan berarti mengakhiri perjalanan. Titik menandakan awal perjumpaan manusia dengan kisah yang baru. 
Terserah kau saja.  Mau apa dengan titik itu, mengawali dengan cerita bahagia?  Atau mengakhirnya dengan tangis dan duka? Pilih saja!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...