Langsung ke konten utama

Analisis Tokoh Pada Cerpen

Sudah lama tidak bersua. Akhir-akhir ini mungkin agaknya disibukan dengan tugas kuliah dan kegiatan organisasi yang sebegitu membosannkan hingga tak pernah ada habisnya. 
Mungkin teman-teman merindukan tulisan-tulisan receh yang saya tulis disini ataupun di Instagram saya. Atau malah sebaliknya. 
Namun sepertinya diawal bulan kali ini akan diawali dengan tugas kelas online di madrasah pena. Kali ini ditugas ke empat yang akan ditulis adalah mengulas cerpen dan menganalisis tokoh yang berada didalamnya. 
Semoga teman pembaca dapat mengkoreksi ataupun menambahkan tulisan saya.
Berikut identitas cerpen 

Judul    : Saksi Mata

Penulis : Muhajjah Saratini
Terbit    : 24 Januari 2017
Tersedia: Storial.co



Adalah Kana, seorang gadis cantik yang menambatkan hati pada dua orang lelaki yang berbeda. Bagaimana bisa? Rama seorang bujang yang hanya dapat membelikan berlian minimalis, hidup dengan setelan pas-pasan dicintai Kana secara bersamaan dengan sosok Za.


 Za telah dua tahun mempunya istri. Entah siapa yang hadir dalam hidup Kana lebih dahulu Za atau Rama? 
Tapi Kana tidak lagi bisa memilih ketika Za tidak dapat mengambil keputusan untuk menceraikan istrinya bersamaan dengan Rama yang telah memintanya untuk menjadikan Kana sebagai teman hidup selamanya. Tentu saja Kana lebih memilih Rama. Walaupun Kana tidak terlalu mencintai Rama namun seiring berjalannya waktu sesak yang ada pada dada Kana perlahan dapat pudar.
 Kisah cinta mereka bertiga kemudian dapat selalu disaksikan dan diabadikan berkat cincin yang diberikan Rama kepada Kana



Setelah dianalisis cerpen ini mempunyai empat tokoh, yaitu;


1. Kana: Protagonis; sosok wanita yang dilema terhadap cintanya. Walaupun dia sulit mengambil keputusan. Namun pada akhirnya ia bersikap pasrah dan menerima dengan lapang dada terhadap pilihannya. 

2. ‎Za: Antagonis; lelaki beristri yang dicintai Kana bertahun-tahun. Ia sedikit pemarah, egois dan inginmenang sendiri
3. ‎Rama: Tirtagonis;  lelaki bujangan yang pula dicintai oleh Kana, walau tidak ssebesar cinta Kana kepada Za. Lelaki ini dapat mendamaikan perasaan kesal Kana akibat Za, Lelaki yang tidak pernah bersungguh-sunggu menepati janjinya untuk menceraikan istrinya
4. ‎cicin berlian: figuran; 

Komentar

  1. Halo, Yuna... Hasil analisis tokoh cerpennya mantep dan disertakan pula ringkasannya. Keren.
    Tapi ada dikiit banget perbaikan. Tolong sertakan link cerpen dari storial dan screen shoot isi cerpennya ya. Itu aja, kok.

    Semangat terus di kelas online Madrasah Pena!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaw, terimakasih kak Agin untuk masukannya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen

Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen. Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita. Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan. Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca. Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen Judul cerpen      :  Mudik ke Kampung Majikan Pengarang          : Abdul Muamar Tahun terbitan  : 10 Juni 2018 Terbit                ...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...