Halo sahabat Aksara.
Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema.
Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya.
Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca
Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh.
Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen
Judul : Aroma Doa Bilal Jawad
Pengarang: Raudal Tanjung Banua
Terbitan : pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Minggu 13 Maret 2018
Review cerpen
Adalah Bilal Jawad, lelaki setengah baya yang sudah dianggap sebagai tukang do'a di suatu perkampungan lantaran kesetiaannya mendatangi warga pada hari baik bulan baik; sepekan sebelum datang bulan puasa. Setiap rumah mendapatkan giliran untuk di datangi oleh Bilal Jawad untuk di do'akan seluruh harapan dan hajat sang punya rumah. Kemudian Ia menyambut permintaan dan harapan itu dengan air muka yang yakin. ia langitkan do'anya bersamaan dengan mengudaranya asap kemenyan yang ia bakar
Sampai ketika ia mengunjungi rumah Baihaqi orang pindahan yang datang dari kampung sebelah. Walau alasannya untuk mengundang wewangian, untuk pertama kalinya ada tuan rumah yang menolak Bilal Jawad membakar kemenyan.
Waktu berlalu ketika ustad Baihaqi diangkat jadi imam-khatib yang baru di kampung, Bilal Jawad dilarang untuk membakar kemenyan saat berdo'a. Bagi Bilal persoalannya tentu bukan sebatas larangan itu, tetapi menyangkut harga diri. Entah cara yang ia terima menyinggung perasaan, merasa dipaksa atau yang lain.
Amanat dalam cerpen
Memberi tahu tentang kebaikan harus dengan cari yang paling baik. Dan jangan sampai melukai perasaan seseorang. Jika suatu kebaikan disampaikan dengan perkataan maka pilihlah kata-kata yang paling halus dan menyenangkan hati. Kemudian jika disampaikan dengan perbuatan, lakukanlah dengan contoh yang paling sederhana.
Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema.
Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya.
Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca
Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh.
Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen
Judul : Aroma Doa Bilal Jawad
Pengarang: Raudal Tanjung Banua
Terbitan : pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Minggu 13 Maret 2018
Review cerpen
Adalah Bilal Jawad, lelaki setengah baya yang sudah dianggap sebagai tukang do'a di suatu perkampungan lantaran kesetiaannya mendatangi warga pada hari baik bulan baik; sepekan sebelum datang bulan puasa. Setiap rumah mendapatkan giliran untuk di datangi oleh Bilal Jawad untuk di do'akan seluruh harapan dan hajat sang punya rumah. Kemudian Ia menyambut permintaan dan harapan itu dengan air muka yang yakin. ia langitkan do'anya bersamaan dengan mengudaranya asap kemenyan yang ia bakar
Sampai ketika ia mengunjungi rumah Baihaqi orang pindahan yang datang dari kampung sebelah. Walau alasannya untuk mengundang wewangian, untuk pertama kalinya ada tuan rumah yang menolak Bilal Jawad membakar kemenyan.
Waktu berlalu ketika ustad Baihaqi diangkat jadi imam-khatib yang baru di kampung, Bilal Jawad dilarang untuk membakar kemenyan saat berdo'a. Bagi Bilal persoalannya tentu bukan sebatas larangan itu, tetapi menyangkut harga diri. Entah cara yang ia terima menyinggung perasaan, merasa dipaksa atau yang lain.
Amanat dalam cerpen
Memberi tahu tentang kebaikan harus dengan cari yang paling baik. Dan jangan sampai melukai perasaan seseorang. Jika suatu kebaikan disampaikan dengan perkataan maka pilihlah kata-kata yang paling halus dan menyenangkan hati. Kemudian jika disampaikan dengan perbuatan, lakukanlah dengan contoh yang paling sederhana.

Makalakukanlah🙏😃
BalasHapus