Langsung ke konten utama

Pengaplikasian Diksi dalam Penulisan Cerpen


Hallo sahabat aksara, kali ini selasar aksara akan hadir dengan materi tentang pemilihan diksi ketika menulis cerpen.
Diksi adalah pilihan kata. Selain  itu, diksi dapat diartikan pula sebagai gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita.
Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan.
Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca.
Menguasai berbagai macam kosakata dan mempu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien.

Nah sekarang dibawah ini akan diberi contoh tentang pengaplikasian diksi dalam cerpen







Judul cerpen      : Mudik ke Kampung Majikan
Pengarang          : Abdul Muamar
Tahun terbitan  : 10 Juni 2018
Terbit                   : Surat kabar Republika




Review cerpen:

Mudik ke kampung majikan, cerpen ini menceritakan tentang perjalanan dua orang asisten Boni, Dil dan Bardam. Yang diajak oleh Boni untuk pulang kampung halamannya, Batam. Setelah mempertimbangkan ajakan Boni akhirnya Dil dan Bardam memenuhi ajakan Boni pergi ke Batam beserta istri dan kedua anak perempuannya, Selena dan Camila.
Perjalanan mengasyikan pun dimulai. Kemacetan dalam menyusuri perjalanan terkalahkan oleh rasa gembira mudik karena 3 tahun kebelakang tidak sempat pulang ke Batam.
Boni perantauan yang sekarang menetap di Jakarta di sambut hangat oleh para keluarganya. Kemudian para tetangga tak kalah memuji kesuksesan Boni karena mambawa dua mobil pulang dalam perjalanan pulang ketempat ibunya. Akhirnya Dil dan Bardam paham betul mengapa mereka diajak pulang oleh majikannya, Boni.




Paragraf 1
KAMI langsung berangkat keesokan harinya. Hari itu H-4 Lebaran. Diperkirakan, kami akan tiba di Medan pada H-1. Pak Boni, Bu Boni, dan dua putrinya, masing-masing sibuk mempersiapkan diri. Saya dan Bardam menunggu di mobil. Bardam menyetir mobil putih, saya mobil hitam.

Koreksi:
Pada liburan lebaran kali ini aku dan Bardam telah bersepakat untuk ikut dengan majikanku. Setelah seminggu merencanakan perjalanan Hari yang telah ditunggu-tunggu pun telah tiba. Hari itu H-4 lebaran. Diperkirakan kami akan tiba di Medan pada H-1 selepas kami meninggalkan kediaman pak Boni di Jakarta. Pak Boni dan istrinya, juga ke dua anak perempuannya masing-masing sibuk mempersiapkan diri untuk perjalan jauh kami. Adapun saya dan Bardam menunggu di mobil mempersiapkan dan memeriksa keadaan mobil yang akan kami bawa ke Batam. Bardam menyetir mobil putih, saya mobil hitam.



Pragraf 2

AKHIRNYA kami sampai juga meski terlambat dari waktu berbuka. Orang tua Pak Boni menyambut kedatangan anak dan ke luarganya dengan riang gembira. Makanan sudah disajikannya di atas meja

Koreksi:
Setelah menyusuri banyak lembah di pulau sumatra dan sempat menyebrangi sempat menyebrangi selat sunda untuk dapat menuju kesana. Akhirnya kami sampai juga meski terlambat dari waktu berbuka puasa. Orang tua pak Boni menyambut kedatangan anak lelalakinya beserta kuarga yang membersamainya,  sambutan yang gembira dan hangat. Tak lupa makanan pun sudah tertata rapih disajikan diatas meja.


Menguasai banyak perbendaharaan kata akan memudahkan dalam memilih kata. Hal demikian akan didapat dari banyak membaca. Dengan banyak kata yg dimiliki, hasilnya bukan hanya sekedar efektif, tp bisa punya nilai estetika yg tinggi.

Cara praktisnya, setelah punya banyak perbendaharaan kata, selanjutnya gunakan cita rasa dalam menulis. Selamat mencoba dan terus berlatih

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Sudut Pandang atau Point Of View dalam Cerpen

Salah satu unsur intristik yang selalu dianggap penting dan mendapat perharian adalah pengembilan sudut pandang atau yang sering disebut sebagai Point Of View (POV). Dalam menyampaikan sebuah cerita penulis biasanya menggunakan beberapa teknik penulisan. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut: 1. Sudut pandang orang pertama Dalam penulisan teknik sudut pandang orang pertama pembaca seakan-akan terlibat aktif dalam cerita tersebut.  a.  Tunggal Tektik penulisan cerita ini, penulis menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya' b. Orang ketiga jamak Dalam sudut pandang orang ketiga jamak penulis menggunakan kata ganti 'kami' atau 'kita' dalam penyampaian ceritanya.  2. Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang ketiga adalah teknik yang dilakukan penulis untuk menjelaskan jalan cerita dengan memposisikan diri sebagia bagian dari luar cerita. Dalam artian sudut pandang orang ketiga ini tidak mengajak pembaca aktif untuk terlibat dalam cerita. Biasa...

Menyisipkan Amanat dalam Cerpen

Halo sahabat Aksara. Suatu karya tidak akan ada artinya kecuali jika penulis menyelipkan pesan yang tersembunyi di dalamnya. Cerpen yang bagus adalah yang mampu memberikan pesan atau kesan bagi para pembacanya, syukur-syukur dapat membuat pembaca merubah hidupnya menjadi lebih baik. Dalam cerpen pesan tersebut sering diistilahkan sebagai Amanat; Amanat merupakan pesan moral pada sebuah cerpen. Biasanya penulis menyampaikan amanah sesuai tema. Ada pula penulis yang menggunakan unsur lain untuk menyampaikan amanat secara tersirat dalam penulisan sebuah karya. Amanat berisi nilai norma moral, kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberi teladan pada pembaca Meletakan amanat biasanya disampaikan tersirat; artinya amanah penulis sisipkan pada jalan cerita, atau pun secara tersurat, disampaikan di dialog yang dikemukakan tokoh. Berikut adalah ulasan dalam menemukan suatu amanat dalam sebuah cerpen Judul          :  Aroma Doa Bilal Jawad Pengarang:...